Monday, January 28, 2013

Tata Cara Tayamum

Berbagai keringanan dalam menjalankan syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam termasuk dalam hal berwudhu ini. Bila kita dalam keadaan sakit dan sakit tersebut akan bisa bertambah bila kita bersentuhan air maka hal ini tidak menyurutkan kewajiban kita sebagai seorang muslim untuk bersuci dan berwudhu. Bila dalam keadaan sakit maka kita diperbolehkan untuk mengganti wudhu dengan cara tayamum.

Kita banyak menemukan saudara-saudara kita yang sedang terbaring sakit di Rumah Sakit dalam keadaan yang lemah kondisinya. Sakit bagi seseorang tidak juga menggugurkan kewajiban untuk tetap menjalankan sholat 5 waktu. Dan tentunya sebelum mendirikan sholat kita terlebih dahulu harus berwudhu dan juga disunnahkan untuk senantiasa menjaga wudhu kita pula. Dan pengganti wudhu bagi seorang yang sedang sakit bisa dilakukan dengan bertayamum.

cara Tayamum yang benar, panduan tata cara tayamum

Dalil disyariatkannya tayammum ini adalah sebagai berikut :
"Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau berhubungan badan dengan perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan permukaan bumi yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu". (QS. Al Maidah: 6)

Pengertian tayamum adalah tata cara bersuci dari hadats dengan mengusap wajah dan tangan, menggunakan sho’id bersih. Yang dimaksud dengan Sho'id adalah seluruh permukaan bumi yang dapat digunakan untuk bertayammum, baik yang mengandung tanah atau debu maupun yang tidak. Itu adalah merupakan definisi dari tayammum.

Seseorang bisa bertayammum bila memenuhi syarat dan kondisi yang tertentu dan telah di atur pula dalam agama Islam ini. Berikut adalah beberapa cara bertayammum dan juga beberapa keadaan yang memperbolehkan seseorang itu bertayamum sebagai ganti berwudhu menurut Syaikh Dr. Sholeh bin Fauzan Al Fauzan hafidzahullah :
  1. Jika tidak mendapati air baik itu ketika dalam sebuah perjalanan atau syafar atau pun tidak dalam keadaan bepergian.
  2. Terdapat air tetapi dalam jumlah yang terbatas, disamping itu ada kebutuhan lain yang memerlukan air pula seperti halnya untuk memasak atau pun untuk minum.
  3. Orang sakit yang khawatir bila berwudhu menggunakan air dan mempaktekkan sifat wudhu Nabi akan membahayakan badan atau semakin lama sembuh dari sakit yang dideritanya.
  4. Ketidakmampuan dalam menggunakan air untuk berwudhu dan bersuci dikarenakan sakit dan juga kelemahan tubuh untuk mengambil air wudhu atau pun tidak orang yang membantu untuk berwudhu bersamaan dengan kekhawatiran habis masa waktu sholat.
  5. Khawatir kedinginan jika berwudhu dengan menggunakan air dan tidak ada yang dapat dipergunakan untuk menghangatkan air tersebut.
Panduan tata cara tayamum menurut Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah berdasarkan atas hadits yang berbunyi :
"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutusku untuk suatu keperluan, kemudian aku mengalami junub dan aku tidak menemukan air. Maka aku berguling-guling di tanah sebagaimana layaknya hewan yang berguling-guling di tanah. Kemudian aku ceritakan hal tersebut kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas beliau mengatakan, “Sesungguhnya cukuplah engkau melakukannya seperti ini”. Kemudian beliau memukulkan telapak tangannya ke permukaan tanah sekali, lalu meniupnya. Kemudian beliau mengusap punggung telapak tangan (kanan)nya dengan tangan kirinya dan mengusap punggung telapak tangan (kiri)nya dengan tangan kanannya, lalu beliau mengusap wajahnya dengan kedua tangannya." (HR. Bukhari no. 347 dan Muslim no. 368).
Berdasarkan hadist yang diatas, maka cara tayamum yang benar adalah sebagai berikut :
  • Berniat.
  • Memukulkan kedua telapak tangan ke permukaan tanah sekali kemudian meniupnya.
  • Mengusap punggung telapak tangan kanan dengan tangan kiri dan sebaliknya.
  • Kemudian menyapu wajah dengan dua telapak tangan.
  • Semua usapan dilakukan sekali.
  • Bagian tangan yang diusap hanya sampai pergelangan tangan saja.
Selain kita mengenal serta memahami bagaimana cara bertayammum yang benar, maka kita juga perlu mengenal dan juga memahami akan beberapa hal yang membatalkan tayamum ini. Penyebab tayamum batal adalah diantaranya sebagai berikut :
  1. Semua hal yang menjadikan batal wudhu atau juga pembatal-pembatal wudhu juga merupakan hal yang menjadi pembatal tayammum pula.
  2. Menemukan air bila penyebab kita bertayammum adalah karena tidak ada air.
  3. Mampu menggunakan air bila penyebab tayammum adalah karena tidak bisa dalam menggunakan air tersebut.
Semoga kita bisa meneladani Rasulullah mengenai bagaimana cara tayamum yang dicontohkan oleh Rasulullah dan memperaktekkannya bila kita berada dalam keadaan yang mengharuskan dan juga memperbolehkan kita menggunakan tayamum sebagai pengganti dari wudhu tersebut untuk bersiap mendirikan sholat.

Labels:

Friday, January 25, 2013

Contoh Teladan Yang Baik

Sebagai kepala keluarga (ayah) ataupun seorang Ibu memberikan contoh yang baik kepada keluarga dan anak-anaknya adalah juga merupakan salah satu dari beraneka ragam kewajiban orang tua. Memberikan contoh yang baik dalam agama Islam juga dianjurkan dan dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bagaimana Rasulullah berbuat baik kepada keluarga dan sanak saudaranya serta pula kepada sahabat-sahabat beliau.

Sebagai orang tua yang selalu menginginkan kebaikan pada anak-anaknya, maka hal ini harus dimulai dengan memperbaiki diri sendiri dulu sehingga nantinya orang tua bisa memberikan contoh yang baik pula bagi anak-anaknya. Oleh karena itu sudah seharusnya bagi orang-orang yang menginginkan memiliki anak keturunan yang baik untuk memulai dengan memperbaiki dirinya sehingga bisa menjadi contoh yang baik bagi mereka. Karena hal ini termasuk dalam hal tanggung jawab orangtua.

Contoh baik seorang ayah, contoh baik bagi keluarga

Contoh baik seorang ayah kepada anaknya adalah hal terpenting terutama dalam pendidikan akhlak seorang anak. Contoh baik seorang ibu juga penting untuk pendidikan moral sang anak. Untuk itulah kita harus bisa menjadi contoh teladan baik bagi keluarga kita sendiri. Karena hal ini akan berpengaruh kepada tahap perkembangan anak kita pula.

Karena bagaimana mungkin seseorang akan mendapatkan anak keturunannya menjadi orang-orang yang benar dalam hal akidah, sementara orangtuanya adalah orang-orang yang masih percaya dengan para dukun dan meminta pertolongan dengan beribadah kepada jin serta perbuatan syirik lainnya baik itu disadari atau pun tidak disadari.

Lalu akan mucul pertanyaan seperti ini bagaimana pula seseorang mengharapkan anak keturunannya menjadi orang-orang yang baik agamanya, sementara orangtuanya adalah orang-orang yang tidak mau pergi ke masjid untuk shalat berjamaah?

Bagaimana pula seseorang menginginkan para pemuda untuk menjadi orang-orang yang berakhlak mulia sementara mereka dididik dengan acara-acara sinetron dan tayangan-tayangan lainnya di depan televisi? Hal ini pula yang perlu diri kita mengoreksinya.

Kita harus berbuat baik kepada anak-anak kita maka anak-anak kita juga nantinya akan bisa menjadi anak yang berbakti kepada orang tua yaitu diri kita. Bila kita tak bisa berbuat baik kepada orang tua kita maka kita akan dapatkan anak-anak kita juga tak akan berbuat baik kepada kita. Kita berlindung kepada Allah atas hal ini.

Contoh teladan kebaikan yang utama bagi keluarga kita adalah diri kita sendiri, karena tentu saja kita adalah orang yang paling dekat dengan mereka dan paling mudah mempengaruhi akhlak dan tingkah laku mereka. Maka menampilkan teladan yang baik bagi keluarga dalam sikap dan tingkah laku di depan anggota keluarga adalah termasuk metode pendidikan yang paling baik dan utama. Bahkan para ulama menjelaskan bahwa pengaruh yang ditimbulkan dari perbuatan dan tingkah laku yang langsung terlihat terkadang lebih besar dari pada pengaruh ucapan.

Dan tentunya teladan yang paling baik adalah diri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam baik teladan untuk keluarga, untuk sahabat, untuk tetangga dan juga teladan baik untuk masyarakat. Allah Ta’ala berfirman yang artinya : "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (balasan kebaikan pada) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah" (QS al-Ahzaab : 21).

Labels:

Sunday, January 20, 2013

Berbuat Baik Kepada Orangtua

Berbakti kepada ibu bapak adalah merupakan salah satu kewajiban kita sebagai seorang muslim. Apalagi kita harus berbuat baik kepada ibu dan bapak kita masing-masing. Kita ingat akan Firman Allah Ta'ala mengenai kewajiban berbuat baik pada orang tua berikut ini :"Dan Kami perintahkan kepada semua manusia ( supaya berbuat baik ) kepada kedua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah, dan kemudian menyapihnya (dalam) 2 tahun.."( QS. Luqman : 14 ). Demikian dalil wajibnya kita menghormati dan berbakti pada ibu bapa kita (birrul walidain).

Membahagiakan ibu adalah perbuatan yang mulia. Banyak cara yang dapat ditempuh untuk membahagiakan ibu. Akan tetapi, kita sering mendengar orang tua kita berkata : "Ibu sudah senang, kalau kamu hidup senang"

Berbuat Baik Kepada Ibu, Berbakti kepada orang tua

Cara Membahagiakan ibu bukan pada seberapa banyak harta kita limpahkan padanya. Membahagiakan ibu juga dengan memperhatikan kebutuhan jiwanya, salah satunya dengan membuat hidupnya berarti bagi kita. Oleh karena itu, biarkan saja ketika ibu kita ingin bersusah-susah membuat makanan kesukaan kita. Atau biarkan saja ibu bermain bersama anak-anak kita selama hal itu membuat ibu bahagia.

Ayat diatas yaitu surat Luqman adalah memerintahkan kita untuk berbakti pada orang tua kemudian di susul dengan menyebut ibu secara khusus. Hal ini dimaksudkan sebagai satu hal yang penting bahwa hak ibu atas anak adalah lebih besar daripada hak seorang ayah.

Kalimat ibu mengandung dalam keadaan lemah dan bertambah-tambah lemahnya menggambarkan kesusahan demi kesusahan dan kepayahan yang dialami seorang ibu. Kesusahan tidak hanya dialami pada saat mengandung, namun itu berlanjut hingga saat melahirkan dan menyusui hingga sampai menyapih selanjutnya mendidik kita sampai kita menjadi dewasa. Hal inilah yang mengingatkan kita betapa besarnya hak ibu kepada kita. Belum lagi doa-doa ibu yang mustajab untuk anak-anaknya.

Cara berbakti dan menghormati orang tua dapat dilakukan dengan :
  1. Mendoakan kebaikan dunia akherat untuk orang tua kita. Betapa banyak kebaikan orang tua kepada kita dan tidak mungkin kita bisa membalasnya. Salah satu jalan dengan banyak berdoa untuk orang tua kita. Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda : "Apabila seorang manusia meninggal dunia maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara,yaitu : sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang shaleh."( HR. Muslim ).
  2. Bila berkata dengan orang tua kita mengeluarkan perkataan yang baik dan lemah lembut padanya. Bersikaplah dengan baik dan lemah lembut padanya. Dan bersikaplah dengan baik. Jangan sekali-kali mengeluarkan perkataan dan perlakuan yang kasar karena itu akan membuat hatinya sakit dan merasa perjuangannya selama ini menjadi sia-sia saja dan ini merupakan adab yang utama kepada orangtua.
Semoga kita bisa bisa menjadi anak yang menghormati orang tua dan berbakti kepada ibu bapak kita. Ibu kita juga telah mendidik dan membesarkan kita dengan susah payah.Tak sedikit keringat yang mengucur. Tak terhitung tangis yang memecah keheningan malam. Tak sedikit perih yang harus ditahannya demi kebahagiaan anak-anaknya. Ibu selalu mendahulukan kepentingan anak-anaknya di atas kebutuhannya sendiri.

Terkadang beliau harus menahan lapar asalkan anak-anaknya menjadi kenyang. Apakah lagi budi kita yang mulia kalau bukan doa anak yang shaleh. Doa anak yang shaleh tidak akan terputus meski ibu kita telah kembali ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dengan doalah kita dapat membalas jasa kebaikan ibu-ibu kita.

Labels: ,

Wednesday, January 16, 2013

Hukum Peringatan Maulid Nabi

Perayaan maulid nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam telah banyak dilakukan di negara-negara yang mayoritas penduduknya adalah penganut agama Islam. Peringatan Maulid Nabi ini pada awalnya adalah untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta meningkatkan semangat juang kaum muslimin saat itu, yang sedang terlibat dalam Perang Salib melawan pasukan Kristen Eropa dalam upaya memperebutkan kota Yerusalem dan sekitarnya.

Peringatan maulid, hukum perayaan maulid nabi

Perbedaan pendapat mengenai hukum perayaan maulid Nabi pun banyak bergulir. Ada yang memberikan dukungan atas perayaan Maulid Nabi dan ada juga yang menentang akah kegiatan Maulid nabi ini.

Bagi yang merayakan hari Maulid Nabi ini berpandangan dengan berdasarkan dalil-dali sebagai berikut :
  1. Imam Imam As-Suyuti di dalam kitab beliau, Hawi li al-Fatawa Syaikhul Islam tentang maulid serta Ibn Hajar Al-Asqalani ketika ditanya mengenai perbuatan menyambut kelahiran Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam (fimadani.com) : perbuatan menyambut maulid merupakan bid’ah yang tidak pernah diriwayatkan oleh para salafush-shaleh pada 300 tahun pertama selepas hijrah. Namun perayaan itu penuh dengan kebaikan dan perkara-perkara yang terpuji, meski tidak jarang dicacat oleh perbuatan-perbuatan yang tidak sepatutnya. Jika sambutan perayaan maulid itu terpelihara dari perkara-perkara yang melanggar syari’ah, maka tergolong dalam perbuatan bid’ah hasanah. Akan tetapi jika sambutan tersebut terselip perkara-perkara yang melanggar syari’ah, maka tidak tergolong di dalam bida’ah hasanah.
  2. Dalil hadits yang menceritakan bahwa siksaan Abu Lahab di neraka setiap hari Senin diringankan. Hal itu karena Abu Lahab ikut bergembira ketika mendengar kelahiran keponakannya, Nabi Muhammad SAW. Meski dia sediri tidak pernah mau mengakuinya sebagai Nabi. Bahkan ekspresi kegembiraannya diimplementasikan dengan cara membebaskan budaknya, Tsuwaibah, yang saat itu memberi kabar kelahiran Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. Perkara ini dinyatakan dalam sahih Bukhari dalam kitab Nikah. Bahkan Ibnu Katsir juga membicarakannya dalam kitabnya Siratunnabi jilid 1 halaman 124.
Bagi yang mempunyai pendapat menentang adanya Maulid Nabi Muhammad adalah berpegangan pada dalil sebagai berikut :
  1. Allah Ta'ala berfiman :"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu." (Q.S. Al Maidah: 3). Sehingga dari ayat tersebut menjelaskan bahwa agama Islam telah sempurna tidak boleh ditambah dan dikurangi, maka orang yang mengadakan perayaan maulid Nabi yang dibuat setelah Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam wafat berarti menetang ayat ini dan menganggap agama belum sempurna masih perlu ditambah. Sungguh peringatan maulid bertentangan dengan ayat di atas.
  2. Salah satu sabda Rasulullah yang artinya :"Hindarilah amalan yang tidak ku contohkan (bid`ah), karena setiap bid`ah menyesatkan". (HR. Abu Daud dan Tarmizi.)Hadist yang lainnya :"Siapa yang menghidupkan suatu amalan yang tidak ada dasarnya dalam dien kami, amalannya ditolak." (HR. Muttafaq ’alaih). kedua hadist tersebut di atas membantu menjelaskan bahwa setiap perbuatan yang tidak dicontohkan Nabi tidak akan diterima di sisi Allah subhanahu wa ta’ala, dan peringatan maulid Nabi tidak dicontohkan oleh Nabi berarti peringatan maulid Nabi tidak diterima dan ditolak karena termasuk bid'ah.
Sebagai bagian dari umat Islam, barangkali kita ada di salah satu pihak dari dua pendapat yang berbeda. Kalau pun kita mendukung salah satunya, tentu saja bukan pada tempatnya untuk menjadikan perbedaan pandangan ini sebagai bahan baku saling menjelekkan, saling tuding, saling caci dan saling menghujat.

Perbedaan pandangan tentang hukum merayakan Maulid Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, suka atau tidak suka, memang telah kita warisi dari zaman dulu. Para pendahulu kita sudah berbeda pendapat sejak masa yang panjang. Sehingga bukan masanya lagi buat kita untuk meninggalkan banyak kewajiban hanya lantaran masih saja meributkan peninggalan perbedaan pendapat di masa lalu.

Peringatan maulid Nabi sering kita dengar dari para penganjurnya bahwa itu adalah perwujudan dari rasa cinta kepada Nabi. Lalu bagaimana orang yang mengungkapkan rasa cintanya kepada Nabi dengan cara melanggar perintahnya, karena Nabi telah melarang umatnya berbuat bid’ah. Dan demikian tadi dalil mengenai maulid nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.
Wallahu A'lam

Labels:

Tuesday, January 15, 2013

Kehidupan Indah Bahagia

Kehidupan seorang muslim adalah senantiasa menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya Nya. Ini yang dimaksud dengan pengertian takwa. Selain hal tersebut senantiasa menjalankaan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga merupakan bagian hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan seorang mukmin.

Sebuah hal yang pasti datangnya bahwasannya hal penyebab dari kita meraih kebahagiaan hidup adalah dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Rabb alam semesta ini. Dan selain hal tersebut maka karena tidak dapat dijadikan sebuah pegangan hidup maka ia tidak akan berguna dan juga memberikan manfaat. Sehingga kita pun memerlukan tips hidup bahagia menurut Islam.

cara mencapai kehidupan yang bahagia, tips hidup bahagia

Pokok keimanan dan keislaman adalah dengan memahami dan mengaplikasikan keimanan kepada Allah sebagai Rabb, Muhammad sebagai Nabi, dan Islam sebagai agama dalam kehidupan kita sehari-hari baik dalam hubungan horisontal kepada sesama makhluk hidup maupun hubungan vertikal kepada Sang Khalik kita semuanya.

Kehidupan yang indah dalam dunia yang serba fana ini adalah dengan mengerjakan amalan-amalan sholeh yang ada dalam tuntunan Al-Qur'an maupun Al-Hadist. Hal ini tercermin dalam Al-Qur'an yang artinya :"Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." ( QS. An-Nahl : 97 )

Beberapa hal cara mencapai kehidupan yang bahagia adalah dengan beriman disertai amalan sholeh yang nyata dan diaplikasikan pula. Dalam ayat berikut dijelaskan syarat-syarat tips untuk mencapai kehidupan yang baik, beriman kepada Allah dan beramal shalih yaitu fiman Allah Ta'ala yang artinya :"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan melakukan amal shalih, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang." ( QS. Maryam : 96 )

Labels:

Wednesday, January 2, 2013

Nama Anak Laki-Laki Islami

Tuntunan Islam dalam memberikan nama untuk anak-anak kita telah ada dan juga dituntunkan pula. Karena Islam adalah agama yang menyangkut segala hal yang berkaitan dengan keseluruhan kehidupan manusia baik dalam kehidupan dunia maupun dalam kehidupan akhirat kelak. Maka tuntunan memberikan nama yang baik bagi buah hati kita juga mempunyai adab-adabnya pula.

Begitu tinggi Islam dalam hal menempatkan kedudukan sebuah nama bagi seseorang manusia. Sebab, ketika orang tua memberikan nama kepada anaknya, sesungguhnya hal tersebut merupakan cerminan harapan serta doa untuk sang anak. Oleh karena itu, seorang muslim dianjurkan agar memberi nama anaknya dengan nama yang baik, indah, dan mengandung makna yang mulia.

Contoh Daftar Nama Bayi laki-laki

Ada beberapa pengaruh nama terhadap diri seseorang yang menyandangnya. Dari sisi ilmu psikologis nama baik islami akan memberikan dan juga bisa membantu keberhasilan hidup seseorang. Karena dengan nama baik akan bisa menjadikan citra diri seseorang, dan juga bisa memberikan dampak positif yang bisa membuat ketertarikan dan menarik perhatian pula.

Berikut contoh nama-nama bayi laki-laki islami berikut artinya :
Abid : Pengagum - Pendoa - Setia.
Abbad : Tekun beribadah.
Adil : Jujur - berbudi.
Ahsan : Lebih baik atau terbaik.
Bashir: Pembawa Berita baik.
Bassam: Tersenyum.
Dzaki : Cerdas.
Dzakir: Kuat ingatan.
Fahim : Pintar - rajin belajar.
Farhan: Bahagia - Gembira - Senang.
Fazil : Kebajikan - kebaikan.
Habibi : Kekasihku - kesayanganku.
Ihsan : Kebaikan - amal baik.
Ghassan : Keutamaan yang muda.
Halim : Ringan - lembut.
Khairan : Kebaikan.
Jabir : Pemberi kenyamanan - penghibur.
Khairi : Kebaikanku
Khalis : Murni - bersih - jujur
Majid : Kemenangan - Kehebatan.

Demikian tadi beberapa contoh daftar nama bayi laki-laki yang bisa dijadikan alternatif memberi nama yang baik bagi anak-anak kita. Tentu kita menginginkan anak kita menjadi anak yang baik. Menjadi anak sholeh dan sholehah. Juga menjadi pejuang agama Allah.

Selain doa-doa memperoleh anak yang sholeh yang harus selalu kita panjatkan kepada Allah SWT dan pendidikan yang sesuai dengan tuntunan Al Qur’an dan Sunnah, yang tidak kalah penting yang perlu dilakukan kita sebagai orang tua adalah memberikan nama yang baik untuk anak kita. Sebagaimana pesan Rasulullah saw, bahwa memberi nama yang baik adalah merupakan bagian dalam menunaikan hak-hak anak.

Labels: ,