Friday, November 30, 2012

Keutamaan Menjaga Lisan

Keutamaan Menjaga Lisan - Keutamaan Hikmah Menjaga Lisan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam senantiasa mengingatkan kepada para sahabatnya untuk senantiasa memperhatikan lidahnya, jangan sampai lidah tersebut digunakan untuk sesuatu hal yang akan menimbulkan kejelekan bagi dirinya, tatkala pada hari kiamat dia tidak bisa mempertanggung jawabkan semua ucapan yang keluar dari mulutnya. Maka lidah bisa memasukkan seseorang ke dalam surga akan tetapi dia juga bisa menjerumuskan pemiliknya jauh ke dalam neraka.

Tanda kesempurnaan Islam dan Iman seseorang salah satunya adalah dengan jalan menjaga lidah dari segala sesuatu ucapan yang tidak memberikan manfaat serta faedah. Karenanya barangsiapa yang bisa menjaga lidahnya maka sungguh dia telah mendapatkan keberuntungan dan keselamatan di dunia dan di akhirat.

Keutamaan Hikmah Menjaga Lidah

Kita juga perlu mengetahui akan beberapa hal yang berkaitan dengan kewajiban menjaga lisan. Ayat Al-Qur'an yang menjadi dasar dalam menjaga lisan ini adalah “Dan janganlah kamu bersikap pada apa yang kamu tidak mempunyai ilmu tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban.” (QS. Al-Isra`: 36). Ada juga hadist yang menjadi dasar untuk kita menjaga bicara kita yaitu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR.Bukhari hadits no. 6089 dan Muslim hadits no. 46 dari Abu Hurairah).

Keutamaan menjaga Lidah diantaranya yaitu :
  1. "Tidak ada kebaikan dalam hidup ini kecuali salah satu dari dua orang yaitu orang yang diam namun berpikir atau orang yang berbicara dengan ilmu." ( Abu Ad-Darda’)
  2. "Segala sesuatu akan bermanfaat dengan kadar lebihnya, kecuali perkataan. Sesungguhnya berlebihnya perkataan akan membahayakan." ( Anas bin Malik ).
  3. "Awal ibadah adalah diam, kemudian menuntut ilmu, kemudian mengamalkannya, kemudian menghafalnya lantas menyebarkannya." ( Sufyan Ats-Tsauri )
Hikmah Menjaga Lisan :
  1. Akan mendapatkan keutamaan daripada melaksanakan perintah Allah dan juga Rasulillah shallallahu 'alaihi wa sallam . Dasar dari hal tersebut adalah sebuah hadist yang berbunyi :"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam." (HR. Al-Bukhari no. 6090 dan Muslim no. 48).
  2. Akan mendapat jaminan surga yang datangnya dari Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam dalam sebuah hadistnya yaitu yang artinya :"Barangsiapa yang menjamin untukku apa yang berada di antara dua rahangnya dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan) maka aku akan menjamin baginya al-jannah (surga)." (HR. Al-Bukhari no. 6088).
  3. Akan memiliki kedudukan tersendiri dalam agama Islam ini. Hal ini berdasarkan hadist Rasulullah yang terdapat dalam hadits Abu Musa Al-Asy’ari, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam ketika ditanya tentang orang yang paling utama dari orang-orang Islam, beliau menjawab : "(Orang Islam yang paling utama adalah) orang yang orang lain selamat dari kejahatan tangan dan lisannya." (HR. Al-Bukhari no. 11, Muslim no. 42).

Labels:

Monday, November 26, 2012

Alasan Memakai Jilbab

Alasan Memakai Jilbab - Alasan Wanita Memakai Jilbab Hijab atau ħijāb (bahasa Arab: حجاب ) adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti penghalang. Tetapi kata ini lebih sering mengarah pada kata "jilbab". Tetapi dalam ilmu islam hijab tidak terbatas pada jilbab saja, juga pada penampilan dan perilaku manusia setiap harinya. Pengertian hijab (jilbab) menurut bahasa berarti penutup antara dua sisi, baik itu berupa tembok atau tikar. Demikian adalah pengertian dari hijab menurut tata bahasa. Di Indonesia Jilbab ini seringkali disamakan atau pun diidentikkan dengan hijab. Atau bahkan seringkali pula hijab ini berarti sama dengan jilbab. Arti mudahnya jilbab adalah menutupi aurat para wanita dan itu memang telah dituntunkan Al-Qur'an agar para wanita menggunakan Jilbab / Hijab.

Rasulullah shallallahu 'alaiahi wa sallam menyebut beberapa orang wanita sebagai orang yang berpakaian tetapi telanjang. Maksudnya adalah secara lahiriah wanita tersebut mengenakan pakaian, tetapi pada hakekatnya mereka adalah bertelanjang. Sebab, kendatipun mereka berpakaian, tetapi masih memperlihatkan lekuk tubuh dan juga mereka berpakaian yang terlalu tipis atau pun tembus pandang.

Mengapa muslimah harus mengenakan jilbab, mengapa tidak pakai jilbab saja seperti kebanyakan wanita pada umumnya saja. Apalagi kan pakai jilbab jadi ribet ? itu sebagian kecil dari alasan para wanita tidak mengenakan memakai jilbal dan alasan-alasan lainnya. Wanita adalah kaum yang memiliki tingkat perasaan yang lebih peka daripada kaum laki-laki. Dan juga rasa malu wanita lebih tinggi dari kaum laki-laki. Dan sudah semestinya wanita yang muslimah yang memiliki rasa malu akan menutupi tubuhnya dengan jilbab dan mengikuti Ummahatul Mukminin.

Alasan Memakai Jilbab

Muslimah berjilbal adalah juga salah satu cara menjalankan syariat Allah dan juga Islam. Serta juga cara mengagungkan syiar agama Allah di muka bumi ini. Orang akan berpikir berulang kali pula untuk berbuat jahat kepada wanita berjilbab, karena pintu kejahatan terhadapnya juga tertutup rapat. Para lelaki juga akan segan untuk menyakiti, mengganggu, atau berbuat jahat terhadap kaum muslimah.

Ada beberapa alasan mengapa wanita muslim mengenakan jilbab. Berikut beberapa alasan mengapa muslimah berjilbab :
  1. Alasan pertama adalah karena anda (kaum perempuan) adalah seorang muslimah. Sebagai seorang muslimah maka wajib menaati perintah Allah. Berikut adalah beberapa dalil Qur'an untuk menggunakan jilbab dan keharusan mengenakan jilbab diantaranya yaitu : Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. " (QS. 33 : 59 ) dan dalil perintah berjilbab “Wahai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”(QS. Al A’raaf: 26)
  2. Karena perempuan Muslimah tentunya mengharap Rahmat Allah Ta'ala, sedangkan Allah Yang Maha Kuasa hanya melimpahkan RahmatNya kepada orang yang bertakwa dan beriman kepada ayat-ayatnya. Allah Ta'ala berfirman :"Maka akan Aku tetapkan rahmatKu untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat kami" (QS. Al-Ar'af : 156 ).
  3. Karena tidak mengenakan jilbab berarti bermaksiat kepada Allah yakni membuka aurat. Dengan para wanita membuka aurat, berarti wanita tersebut telah menaati setan yang selalu membisikkan untuk membuka aurat dan berbuat jahat. "Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya" (QS. Al-A'raf : 20 ).
  4. Alasan keempat mengapa muslimah berjilbab adalah karena wanita perempuan muslimah takut terhadap akhir dari perjalanan orang-orang yang berbuat maksiat. Sebagaimana kita mengetahui akan murka Allah di dunia azabNya di akherat kelak. Kita bisa membayangkannya demikian, bayangkan diri kita di saat hari pemaparan dalam keadaan telanjang, penuh rasa takut, gundah dan bingung. Sementara api neraka berkobar-kobar karena marah dan panas. Membakar para pelaku maksiat, sedang Rabb Pemilik Arsy marah. Sedang orang-orang mukmin menghuni surga abadi selamanya.

Labels: ,

Friday, November 23, 2012

Puasa Asyura 10 Muharram

Keutamaan Puasa Asyura 10 Muharram - Keutamaan Bulan Muharram bagi umat Islam adalah begitu banyak dan besar bila kita mengetahui serta memahaminya berdasarkan nash-nash yang shahih. Bulan Muharram adalah bulan mulia.

Dalil mengenai hal ini adalah sebagaimana Allah berfirman dalam sebuah ayat dalam Al-Qur'an yaitu : "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu" (QS. At-Taubah : 36)

Sebelum kita sedikit membahas mengenai keutamaan Puasa di bulan Muharram, sungguh bahwasannya puasa itu sendiri adalah amalan yang Allah sendiri akan membalasnya, dan dilipatkan gandakan tanpa batas pahalanya. Mengenai beberapa keutamaan puasa ini Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabada :"Setiap amalan kebaikan anak Adam akan di lipatgandakan menjadi 10 hingga 700 kali dari kebaikan yang semisal. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (yang artinya), “Kecuali puasa, amalan tersebut untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya karena dia telah meninggalkan syahwat dan makanannya demi Aku." (HR. Muslim)

Keutamaan Puasa 10 Muharram

Lalu kita menginjak akan keutamaan puasa asyura bulan muharram. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda (yang artinya), “Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

Dalam hadits ini disebutkan bahwa puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram. Dan di dalam bulan Muharram terdapat anjuran untuk berpuasa di Hari ‘Asyura. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda (yang artinya), “Puasa ‘Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).

Kemudian terdapat suatu hadits yang menceritakan bahwa seorang laki-laki datang bertanya kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam tentang pahala puasa hari ‘asyura. Maka Rasulullah menjawab: Aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa-dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).

Menginjak kepada hukum Puasa ‘Ayura ini. Shahabat ‘Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam mengerjakan Puasa ‘Asyura dan memerintahkan kepada para shahabat untuk berpuasa. Ketika puasa Ramadhan diwajibkan, Rasulullah meninggalkan hal tersebut- yakni berhenti mewajibkan mereka mengerjakan dan hukumnya menjadi mustahab (sunnah).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Kemudian perkataan shahabat Mu’awiyyah Radhiyallahu ‘anhu, "Aku mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: Hari ini adalah hari ‘Asyura. Allah tidak mewajibkan atas kalian berpuasa padanya, tetapi aku berpuasa, maka barang siapa yang ingin berpuasa, maka berpuasalah. Dan barangsiapa yang ingin berbuka (tidak berpuasa), maka berbukalah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dari kedua hadits di atas, dapat disimpulkan bahwa hukum bepuasa pada Hari Asyura adalah mustahab (dianjurkan), yang sebelumnya adalah wajib. Tatkala disyariatkan Puasa Ramadhan, maka hukum Puasa ‘Asyura menjadi Sunnah.

Ada pula sejarah Islam mengenai sejarah puasa asyura 10 muharram ini. Hari 'Asyura atau 10 Muharram adalah hari yang agung, pada hari tersebut Allah menyelamatkan nabi Musa dan Harun 'alaihimas salam dan Bani Israil dari pengejaran Fir'aun dan bala tentaranya di Laut Merah. Untuk mensyukuri nikmat yang agung tersebut, kaum Yahudi diperintahkan untuk melaksanakan shaum 'Asyura.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata: "Nabi shallallalhu 'alaihi wa salam tiba di Madinah, maka beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa hari 'Asyura. Beliau bertanya kepada mereka: "Ada apa ini?" Mereka menjawab, "Ini adalah hari yang baik. Pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka. Maka Nabi Musa berpuasa pada hari ini."

Nabi shallallalhu 'alaihi wa salam bersabda, "Saya lebih layak dengan nabi Musa dibandingkan kalian." Maka beliau berpuasa 'Asyura dan memerintahkan para shahabat untuk berpuasa 'Asura."(HR. Bukhari no. 2204 dan Muslim no. 1130)

Kaum musyrik Quraisy sendiri juga telah melaksanakan shaum 'Asyura pada zaman jahiliyah. Mereka menganggap hari tersebut adalah hari yang agung sehingga mereka melakukan penggantian kain Ka'bah (kiswah) pada hari tersebut. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam juga telah melakukan puasa 'Asyura sejak sebelum diangkat menjadi nabi sampai saat beliau berhijrah ke Madinah. Hal ini mengindikasikan, wallahu a'lam, puasa 'Asyura diwarisi oleh kaum Quraisy dari ajaran nabi Ibrahim dan Ismail 'alaihimas salam.

Keutamaan puasa 'Asyura :
  1. Wujud syukur kepada Allah yang telah menyelamatkan hamba-hamba-Nya yang beriman dari kejahatan orang-orang kafir, yaitu selamatnya Nabi Musa dan Harun 'alaihimas salam bersama Bani Israil dari kejahatan Fir'aun dan bala tentaranya.
  2. Meneladani nabi Musa, Harun dan Muhammad 'alaihimus shalatu was salam, yang berpuasa pada hari 'Asyura.
  3. Meneladani para sahabat radhiyallahu 'anhum yang melakukan puasa 'Asyura, bahkan melatih anak-anak mereka untuk melakukan puasa 'Asyura.
  4. Menghapuskan dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya, selama kesyirikan dan dosa-dosa besar dijauhi.

Labels:

Tuesday, November 20, 2012

Berprasangka Baik Husnudzon

Berprasangka Baik Husnudzon - Berprasangka Baik Husnudzon Kepada Allah Penting bagi diri kita untuk selalu melatih diri agar selalu berprasangka baik di setiap kejadian. Berprasangka baik di setiap kejadian kita tujukan kepada Allah, Sang Pembuat Skenario Terbaik, dan juga kepada manusia. Prasangka baik pada Allah bagian dari Aqidah dan kepada manusia lain bagian dari Akhlak Karimah.

Bagaimana cara agar kita tetap ber-husnudzon (berprasangka baik) kepada Allah dan Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita? Ketahuilah, kita harus memiliki pemahaman dan keyakinan yang kuat bahwa Allah senantiasa menginginkan kebaikan dan kemaslahatan bagi manusia dan alam semesta seluruhnya. Dalam berbagai ayat dalam Al-Qur’an, Allah menyatakan bahwa segala kebaikan yang didapat oleh manusia berasal dari Allah sedangkan segala keburukan yang menimpa manusia adalah karena ulah perbuatan manusia itu sendiri.

Demikian pula yang ada dalam diri saudaraku blogger Blog Keperawatan dalam menyikapi bersabar dalam sakit ketika ayahandanya terkena cobaan sakit jantung bahkan sampai dengan serangan jantung maka saudaraku tersebut berusaha dan senantiasa berprasangka baik kepada Allah atas hal yang sedang menimpanya.

Berprasangka Baik Husnudzon Kepada Allah

Terlebih-lebih bagi seorang mukmin, Allah senantiasa akan memberikan yang terbaik meskipun yang baik itu seringkali kita pandang buruk. Allah sajalah yang mengetahui kebaikan dan keburukan yang sejati sementara penglihatan, penilaian, dan pengetahuan kita bersifat semu dan terbatas (QS Al-Baqarah : 216). Betapa Allah senantiasa memberikan yang terbaik kepada seorang mukmin sampai Rasulullah saw menyatakan bahwa tidaklah seorang mukmin ditimpa musibah – meskipun hanya tertusuk duri di kakinya atau tersandung batu kecuali Allah pasti akan menghapuskan satu dosa darinya.

Bahkan Allah seringkali menimpakan sakit kepada seorang mukmin sebagai kaffarah (penghapus dosa) baginya. Adapun terhadap orang yang ingkar kepada-Nya, justru Allah seringkali memberikan istidraj (penundaan siksa) kepadanya sampai akhir hayatnya agar Allah bisa menyempurnakan adzab-Nya di Hari Perhitungan kelak. Menyambung apa yang sedang dirasakan ketika saudaraku menghadapi cobaan terhadap orang terdekat dan ayahnya dalam entri berikut ini yaitu iPhone 5 Gadget Impian.

Berusaha dan beriktiar dalam bidang kesehatan untuk menyembuhkan ayahnya dan juga tentunya dengan tidak meninggalkan doa sama sekali kepada Allah Ta'ala. etika seorang mukmin berdoa kepada Allah dengan tulus, Dia pasti mendengar dan memenuhinya. Hanya saja, pemenuhan doa tersebut bisa termanifestasi dalam berbagai bentuk sesuai dengan pengetahuan Allah tentang yang terbaik bagi si mukmin tersebut. Bisa jadi doa tersebut langsung dikabulkan sesuai dengan permintaan. Bisa jadi doa tersebut dikabulkan akan tetapi setelah ditangguhkan karena waktu itulah yang paling tepat. Bisa jadi doa tersebut diganti dengan kebaikan yang lain, karena permintaan tersebut dalam pandangan Allah tidaklah baik bagi si mukmin. Bisa jadi doa tersebut diganti dengan penghapusan dosa bagi si mukmin. Bisa jadi pula doa tersebut disimpan sebagai ’tabungan’ untuk Hari Perhitungan kelak. Demikianlah Allah senantiasa memberikan yang terbaik bagi seorang mukmin.

Untuk itulah kita sebagai seorang muslim untuk bisa menerapkan selalu berprasangka baik kepada Allah dan juga kepada berprasangka baik kepada manusia dan kebaikan akan bisa selalu menyertai kita semua Insya Allah.

Labels:

Wednesday, November 14, 2012

Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1434 H

Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1434 H - Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1434 H Peristiwa hijriyahnya Nabi dari Makkah menuju Madinah yang masuk dalam tinta sejarah islam yang hingga kini diperingati sebagai tahun baru Islam. Dan pada 1 Muharram nanti akan memasuki tahun yang ke-1434 Hijriyah. Di Indonesia, 1 Muharram termasuk hari besar Islam yang diakui pemerintah. Sehingga pada hari itu, kegiatan resmi pemerintahan diliburkan.

Sebagai umat Islam, dalam menyambut Tahun Baru Islam, kita harus merefleksikan dan mengaktualisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam perjalanan hijrah nabi secara kontekstual, yakni hijrah dari nilai-nilai yang buruk menuju penciptaan nilai yang lebih baik.

Tahun hijriyah ini sepatutnya umat Islam baik secara personal maupun kolektif , menjadikan hijrah sebagai momentum memasuki tahun baru untuk melakukan perbaikan dalam kehidupan sosial menuju perbaikan sistem demi kebaikan dan kemaslahatan umat yang lebih luas, merubah sistem yang tiranik, fasad dan menindas.

Tahun Baru 1 Muharram 1434 H

Sepertinya tidak terasa peringatan dan memperingati perayaan tahun baru Islam yaitu 1434 H. Perjalanan panjang Agama Islam telah meninggalkan berbagai peristiwa yang mungkin sudah tercatat dalam sejarah Islam, Namun hal itu adalah awal untuk membuat agama Islam untuk terus berkembang. Belakangan ini agama menjadi sebuah kronologi hidup yang harus tumbuh dalam jiwa setiap insan agar mereka mengetahui tujuan hidup. Dengan bermodal sebuah keyakinan maka secara berangsur akan menjadi sebuah keimanan yang nantinya akan menjadi penerang bagi manusia yang beriman.

Masyarakat kita khususnya masyarakat jawa mengenal 1 muharram ini dengan sebutan 1 suro bahkan berbagai kegiatan ritual budaya kepercayaan dengan sebutan malam 1 suro telah mengakar dalam masyarakat kita. Bagi saudara-saudara bisa mencari mengenai ritual malam 1 suro dengan berbagai kegiatan yang sebenarnya dalam agama tidak ada tuntunannya ini di pencarian google.

Tahun baru hijriyah diperingati dengan maksud agar umat Islam mampu mengambil i’tibar atau pelajaran dari peristiwa tersebut. Baik i’tibar secara tekstual maupun secara kontekstual atau maknawi. Secara tekstual, peristiwa sejarah hijriyah mengandung makna bahwa umat Islam bisa melakukan perjalanan fisik dari satu daerah ke daerah lain. Hijriyah fisik menjadi pilihan manakala di tempat lama umat Islam kesulitan mengembangkan inovasi, kreasi dan membangun peradabannya.

Tahun hijriyah yang merupakan tahun baru bagi umat Islam kembali hadir. Tahun baru hijriyah kali ini jatuh pada hari Ahad, 1 Muharram 1434 H, yang bertepatan dengan 15 November 2012. Dan banyak pula hikmah dari sejarah peristiwa hijrahnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari Mekah menuju ke kota Madinah ini.

Kalender hijriyah dimulai dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhamad dari Makkah menuju Madinah. Perjalanan hijriyah menjadi pilihan karena di tempat yang lama (Makkah), sudah tidak kondusif lagi untuk membangun peradaban yang yang lebih maju. Madinah menjadi pilihan karena mayoritasnya masyarakatnya menghendaki bagi berkembangnya peradaban modern

Selamat tahun baru 1 muharram 1434 hijriah dan semoga dengan tahun baru 1 muharram 1433 H ini kita akan semakin meningkat kebaikan dan juga amalan ibadahnya dan akan menjadi lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Dan semoga pula tahun baru ini akan memberikan banyak kebaikan kepada saudaraku perawat yang sedang menerima cobaan dari Allah dan semoga segera diberikan kesembuhan untuk sang Ayah tercinta.


Labels:

Thursday, November 8, 2012

Bersabar Saat Sakit

Bersabar Saat Sakit Tertimpa dan mengalami suatu penyakit, kadang membuat kita baru sadar akan mahalnya nikmat sehat dari Allah Ta'ala, penyakit juga bisa dibilang sebagai ujian bagi kita, sebagaimana kisah nabi ayub alaihissalam yg ditimpa penyakit namun dia tetap istiqomah dalam ibadahnya pada Allah ta'ala.

Sama ketika saudaraku blogger Blog Keperawatan sedang menghadapi ujian ketika ayahnya sedang diuji dengan sakit jantung dan mendapat serangan jantung dan dipaparkan sedikit pada suatu postingan yang bertajuk iPhone 5 Gadget Impian. Semoga saudaraku bersabar dan juga senantiasa berprasangka baik atas ujian yang sedang dialami ayahandanya.

Bersabar Saat Sakit dan Musibah datang

Seperti pula ketika kita menyadari bahwasannya hikmah sakit menghampiri diri kita, saudara kita, orang terdekat kita maka kita harus bersabar dalam menghadapinya. Sakit merupakan sesuatu hal yang seringkali menimpa setiap makhluk hidup di muka bumi ini, tak terkecuali kita sebagai manusia. Sehat, sakit, gembira, sedih adalah saat-saat yang tiap kali berganti. Seringkali kita baru merasakan betapa nikmatnya sehat adalah di kala kita mengalami apa yang dinamakan dengan sakit. Hidup kita ini tidak terlepas dari cobaan serta ujian, bahkan cobaan dan ujian dalam hal ini sakit merupakan sunatullah dalam kehidupan. Karena sebenarnya hikmah sakit atau hikmah penyakit itu banyak saudaraku. Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang tidak disukainya atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya.

Kesabaran dalam menghadapi mengalami musibah dan juga penyakit adalah selalu diperlukan. Dibalik kesusahan juga, penyakit apabila dihadapi dengan ikhlas pada Allah ta'ala dapat mengurangi dosa kita sebagaimana sebuah hadist: "Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkandaun-daunnya".(HR. Bukhari no. 5660 dan Muslim no.2571).

Kesabaran dalam menghadapi sakit atau penyakit adalah hal yang wajib dilakukan oleh setiap muslim di dunia ini. Karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga mengalami sakit pula. Apalagi kita sebagai manusia biasa saja. Alangkah baiknya menghadapi kesusahan seperti tertimpa penyakit dengan banyak istighfar mohon ampun pada AllaH ta'ala, yang mungkin penyakit ini dikirimkan sebagai teguran akan lalainya kita dalam ibadah dan juga bisa merupakan tanda sayang Allah kepada kita untuk selalu menggantungkan segala sesuatunya hanya kepada Allah Ta'ala.

Semoga saudaraku ujian sakit ini akan bisa menambah keimanan dan juga kebaikan dunia akherat aamiin..aamiin. Untuk itu bersabar dalam menghadapi ujian sakit ini akan mengingatkan kepada kita semua bahwasannya kita hanyalah makhluk yang lemah dan selalu membutuhkan akan pertolonganNya selalu.

Labels: