Tuesday, March 27, 2012

Manfaat Dan Keutamaan Sedekah

Manfaat Dan Keutamaan Sedekah.Membantu sesama merupakan amal ibadah yang berfungsi ganda.Tidak hanya kemanfaatan untuk diri yang memberi namun juga kebahagiaan bagi yang diberi.Kalau seorang muslim beribadah shalat, ataupun berpuasa misalnya, maka kemanfaatan itu lebih dirasa oleh mukmin yang mengerjakannya.Berbeda dengan sedekah, disamping pahalanya kembali kepada yang bersedekah, yang disedekahi juga terbantu dengan pemberian ini.Terbantu dengan manfaat sedekah ini

Dari keutamaan sedekah yang demikian wajar sekiranya bila Allah menjanjikan "Aku bersama hambaKu selama hambaKu itu membantu sesamanya."Lantas bagaimana dengan tantangan kita dalam hal bersedekah di era modern secara cerdas dan juga berujung keajaiban ?
manfaat sedekah, keutamaan sedekah, sedekah,Muhasabah

Hidup di era modern kita seakan-akan berada di tengah-tengah "iming-iming duniawi" yang cenderung menjauhkan diri dari Allah Ta'ala.kalau kita melihat sekeliling kita yang terlihat gedung-gedung mercusuar, bangunan-bangunan megah, mall-mall, hotel, restoran yang menjajakan kenikmatan.Mobil-mobil mewah dan beragam fasilitas alat komunikasi dari mulai handphone sampai aksesoris rumah tangga dengan berbagai macam variasi hanya tinggal kita memilih yang model seperti apa bisa, asalkan sesuai dengan harganya.Semua kemajuan sekaligus tantangan modern ini seakan melupakan eksistensi saudara-saudara kita yang dalam hal serba banyak kekurangan dan tak berpunya.

Pada sisi lain modernitas yang mengunggulkan unsur efisiensi dan efektifitas tampak lebih didominasi oleh nalar rasionalitas.Kondisi ini sesungguhnya semakin menyisakan banyak problem dan masalah bagi pelakunya.Kita yang disebut sebagai orang beragama diajarkan ketika sedang bermasalah kembalilah kepada Allah Sang Pengatur masalah.Namun tidak dipungkiri, kecenderungan mayoritas orang modern justru menanggalkan hal-hal ghoib yang kasat mata.

Padahal Allah itu ghoib yang tidak bisa dilihat oleh mata, tidak bisa didengar dan tidak dapat disamakan dengan bentuk apapun di dunia.Allah hanya menjanjikan diri dekat dengan kita dan Rasulullah yang diberikan gelar abu masakin (bapaknya orang-orang miskin).Intinya adalah ketika kita ingin masalah demi masalah terselsaikan dengan baik, maka carilah Allah dengan membantu sesama.

Rasulullah mengajari kita untuk bersedekah, membantu sesama supaya Allah yang mencukupi kita.Begitupun ajaran mulia Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa sedekah menjadi benteng dari bala dan musibah, sedekah menjadi obat bagi yang sakit, dan bahkan sedekah menjadikan panjang umur dan juga penahan dari kematian yang buruk.

Pengetahuan kita tentang berbagi manfaat ini kiranya sudah ada alam benak kita, namun tantangan yang lebih nyata adalah godaan betapa banyaknya kebutuhan kita yang selalu melilit di setiap harinya.Allah selalu mendorong kita untuk berkeinginan untuk bertambah rejeki, jalannya adalah dengan sedekah.

Berbagi tidak mengurangi harta kita, tapi justru melipatgandakan harta yang disedekahkan.Pilihannya sekarang ada di tangan-tangan kita sebagai muslim, menjadi "dermawan" yang percaya dengan kuasa Allah bahwa sedekah menjadi solusi di era modern ini atau menjadi sosok "bakhil" yang tersibukkan dengan harta dan semakin terjauhkan dariNya Yang Maha Kaya.

Labels:

Saturday, March 24, 2012

Dermawan

Dermawan.Postingan kali ini di Muhasabah adalah request dari saudaraku Blog Keperawatan. Hati diciptakan dengan membawa kedermawanan.Kedermawanan merupakan sifat yang sangat dicintai Allah dan juga disenangi manusia.Satu bukti bahwa ia aalah sifat mulia adalah karena ia merupakan salah satu sifat Allah Ta'ala dalam sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu :
"Sesungguhnya Allah itu Maha Dermawan dan menyukai kedermawanan, menyukai akhlaq mulia dan membenci akhlaq tercela." (HR. Al Baihaqi )
Rasulullah adalah orang yang sangat dermawan.Kedermawanan beliau itulah yang menyebabkan banyak orang memeluk agama Allah ini dengan berbondong-bondong.dari Anas RA, ia berkata :
Rasulullah shallallahu a'alaihi wa sallam adalah orang yang paling baik, paling dermawan dan paling berani." ( HR. Bukhari )
dermawan,sifat dermawan,Muhasabah

Ibnu Hibban berkata : Yang harus dilakukan oleh orang yang berakal adalah berusaha memberikan hartanya kepada orang-orang yang berhak, dan melaksanakan kewajiban menyangkut harta itu demi mengharap pahala dari Allah semata.Itu pun jika ia diberi kecukupan harta oleh Allah dari dunia yang fana, dan ia menyadari bahwa itu hanya sementara serta akan berpindah tangan dengan sendirinya, juga bahwa harta itu tidak berguna akhirat nanti jika tidak dibelanjakan demi meraih amal shalih."

Demikian tadi saudaraku sedikit mengenai kedermawanan dan semoga bisa berguna serta bermanfaat

Labels:

Wednesday, March 14, 2012

Menjaga Kesopanan

Menjaga Kesopanan.Kesopanan akan menjadikan pemiliknya mulia.Orang yang melihat akan terpesona, karena dialah jalan yang dapat menghubungkan hati.Sikap yang menjaga kesopanan akan melahirkan akhlak mulia, keindahan etika.Inilah keindahan menjaga kesopanan.

Ada satu hal yang diakui dalam kehidupan ini bahwa orang yang selalu menjaga kesopanan akan selalu mulia meski ia miskin, sama halnya dengan orang yang tetap akan ditakuti meski sedang berdiam diri.Sebaliknya, orang yang tidak menjaga kesopanan dan etika akan selalu terhina meski ia kaya layaknya anjing yang tetap dibenci meski memakai kalung dari emas murni. ( Al-Muru'ah wa Khawaruhima, syaikh Masyhur bin Hasan Ali Sulaiman.41 )


Sufyan Bin Uyainah pernah ditanya :"Anda telah mengambil kesimpulan dari Al-Qur'an dalam segala hal, mana ayat yang menjelaskan kesopanan?"
Ia Menjawab :"Ada dalam salah satu Firman Allah Ta'ala yaitu :
"Jadilah engkau pemaaf, dan suruhlah orang yang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh." (QS. Al-A'raaf[7]:199 )

Ayat ini mengandung ajaran tentang kesopanan.Dalam firmanNya :"jadilah engkau pemaaf" terkandung ajaran untuk berbuat baik kepada orang-orang yang memutuskan hubungan, memaafkan orang yang melakukan kesalahan, berlaku lemah lembut kepada orang-orang yang beriman dan masih banyak ajaran akhlak yang terkandung di dalamnya.

FirmanNya :"Dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf" mengandung ajaran untuk menyambung silaturahmi, bertakwa kepada Allah dalam hal halal dan haram, menundukkan pandangan, dan mempersiapkan diri menuju hari pembalasan.

FirmanNya :"Berpalinglah dari orang-orang yang bodoh" mengandung ajaran untuk bersikap lemah lembut, meninggalkan kezhaliman, menjauhi perbuatan orang-orang bodoh, meniru mereka, serta ajaran berbagai macam akhlak mulia dan bimbingan melakukan hal-hal yang berguna. ( 'Ain Al-Adab wa As-Siyasah.132-133 )

betapa indahnya ungkapan Hafizh Ibrahim dalam untaian syairnya berikut ini :
Aku dihibur oleh akhlak mulia.
Laksana dihiburnya pahlawan yang baru kembali.
Aku bergetar tatkala mendengar kesopanan dan kedermawanan
Disebut diantara sifat-sifat mulia.

Demikian tadi saudaraku mengenai menjaga kesopanan dan semoga bermafaat saudaraku semuanya.

Labels:

Saturday, March 10, 2012

Pendengar Yang Baik

Pendengar Yang Baik.Apabila kita ingin menempuh jaln termudah untuk meraih hati orang lain, maka jadilah pendengar yang baik untuk mereka.Pasang semua indera kita, mulai dari mata, mata, wajah yang serius dan hati pun juga harus berperan.Perhatian kita pada pembicaraan orang lain menunjukkan bahwa kita pendengar yang baik dan menghargai sebagai lawan bicara.

Pendengar

Ibnu Abbas berkata :
"Temanku mempunyai 3 hak yang harus aku berikan yaitu jika ia datang aku memberinya tempat, bila ia duduk aku menghadapnya dan jika ia bicara maka aku mendengarkannya dengan baik." ('Uyun Al Akhbar fi Fanni al Hiwar,I/307 )
Tidak memperhatikan pembicaraan orang lain merupakan salah satu sikap yang kurang sopan, karena hal itu bisa menimbulkan sakit hati atau memberikan kesan melecehkan orang yang tengah berbicara.Misalnya ada orang yang bicara, ia malah memandang kesana-kemari, membaca buku, menulis SMS, mengernyitkan wajah, beranjak dari tempat duduk sebelum pembicaarannya selesai, suka memotong pembicaraan.

Al Hasan pernah berkata :
"Bila kamu bicara dengan seseorang, maka berusahalah untuk mendengar dengan baik,lebih baik daripada saat kamu bicara.Belajarlah bagaimana menjadi pendengar yang baik, sebagaimana kamu belajar bagaimana cara bicara yang teratur dan jangan pernah memotong pembicaran orang lain." ( Al Adab Al Kabir wa Adab Ash-Shaghir, hal.136 )
Berikut bait-bait syair Abu Tammam Ath'i :
Siapa orangnya yang bila kubuat marah ia malah membalasnya dengan kelembutan.
Bila aku bicara dengannya, aku bisa minum manisnya akhlaq yang mulia dan mabuk oleh adabnya yang tinggi.
Yang mendengarkan pembicaraan dengan seksama, padahal mungkin saja ia jauh lebih mengerti?
Demikian tadi saudaraku mengenai menjadi pendengar yang baik dan semoga bermanfaat saudaraku

Labels:

Wednesday, March 7, 2012

Kehidupan Rumah Tangga

Kehidupan Rumah Tangga.Bismillah...Dalam menjalin bingkai-bingkai rumah tangga memanglah tidak mudah.Seringkali menemui kendala dan hambatan dalam setiap perjalanannya sebuah keluarga.Kehidupan rumah tangga tidak seindah apa yang banyak dibayangkan anak muda sekarang yang semuanya indah dan menyenangkan.Tetapi bila dalam kehidupan rumah tangga yang dinaungi dalam Islam, akan senantiasa dalam ketentraman dan ketenangan.

kehidupan

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan dalam sebuah rumah tangga untuk mencapai kebahagiaan :
1. Bersikap lembut dan Jangan Bersikap Kasar kepada Istri
Memperlakukan istri dengan baik adalah merupakan perkara yang dianjurkan oleh syariat.Seorang suami wajib memperlakukan istrinya dengan baik serta bersabar dan berlapang dada dalam menghadapinya.
Seorang suami hendaklah mencukupi kebutuhan istrinya dengan baik.Memenuhi keinginannya selama masih dalam batas-batas syariat dan berlaku lemah lembut kepadanya terutama bila istrinya masih muda belia.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Sesungguhnya orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaqnya.Dan yang terbaik diantara kamu adalah yang [paling baik terhadap istrinya" ( HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban )

2. Mengajarkan Ilmu Agama.
Hendaklah seorang suami membantu istrinya dalam menaati Allah., mengajarkan tauhid, ibadah, ilmu-ilmu syar'i lainnya.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman : "Hai 0rang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu....." ( QS. At-Tahrim : 6 )

Demikian tadi saudaraku mengenai kehidupan rumah tangga dan semoga bermanfaat saudaraku

Labels: