Sunday, December 30, 2012

Tahun Baru Muhasabah Baru

Pergantian tahun masehi akan berlangsung hari ini. banyak hal yang dilakukan seluruh umat manusia dalam rangka menyambut tahun baru. Termasuk umat Islam sendiri pun baik secara sadar ataupun tidak juga ikut serta merayakan tahun baru ini. Hanya saja adalah tuntunan Islam dalam rangka tahun baru ini. Lalu bagaimana menyikapi pergantian tahun ini menurut Islam.

Masing-masing orang berbeda dalam hal menyikapi pergantian tahun masehi ini. Sikap mukmin terhadap perubahan waktu, tidak terjebak pada awal atau akhir tahun baik Tahun Baru Hijriah apalagi Tahun Baru Masehi, tidak ada sunnahnya merayakan tahun baru, petasan, terompet atau saling mengucapkan selamat apalagi sampai mengadakan perayaan yang berunsur maksiat. Karena hal tersebut merupakan perayaan yang sia-sia bahkan jauh dari tuntunan syariat Allah SWT.

Tahun Baru Menurut Islam

Kita diingatkan oleh salah satu firman Allah Ta'ala untuk tidak boros karena cenderung perayaan tahun baru ini dipenuhi dengan beraneka ragam kegiatan yang menghambur-hamburkan uang dan cenderung meniru kebudayaan barat yang jauh dari Islam seperti halnya perayaan terompet, kembang api dan bermacam-macam lainnya. Allah Ta'ala mengingatkan yang artinya :"Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan. (QS Al Isro’: 26-27).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga mengingatkan akan budaya meniup terompet tatkala pergantian tahun ini berlangsung. Rasulullah bersabda yang artinya :"Dulu kalian memiliki dua hari untuk senang-senang di dalamnya. Sekarang Allah telah menggantikan bagi kalian dua hari yang lebih baik yaitu hari Idul Fithri dan Idul Adha”. (HR An-Nasaai). Dan Rasulullah melarang umatnya meniup terompet karena tradisinya orang-orang yahudi (HR Abu Daud). Demikian beberapa hadist larangan meniup terompet pada perhantian tahun baru.

Sungguh bagi orang yang beriman setiap hari adalah perubahan waktu, karena itulah orang beriman terus sibuk Muhasabah, Ibadah, Amal Shaleh dan Dakwah tidak terkecoh dengan buaian dunia yang sebentar ini. Sehingga hari ini bisa lebih baik dari kemarin dan esok harus bisa lebih baik lagi.

Tahun baru menurut Islam adalah hahekatnya adalah berkurangnya umur kita semua dan harus mengisi waktu-waktu yang berharga dalam setiap menit kehidupannya untuk memperbanyak amal ibadah dan kebaikan demi kehidupan yang kekal di akherat kelak.

Labels:

Thursday, December 27, 2012

Meraih Impian Menurut Islam

Meraih sebuah kesuksesan pun telah ada dalam ajaran Islam. Jalan menuju sukses yang paling tepat menunjuk hanya satu, tidak ada yang lain, karena yang tahu tentang sukses dengan segala seluk beluknya hanya satu, ialah Allah. Ia yang menciptakan "sukses", Dia pula yang menseting hidup dan kehidupan manusia, maka tak ada lain yang dapat menunjukkan kecuali Dia Allah Ta'ala

Cara-cara meraih sukses yang pasti dapat mengantarkan kita menuju sukses dunia akherat hanyalah jalan yang ditunjukkan Allah, dan itu hanya dapat ditemukan di satu kitab yaitu Al Qur’an, karena Al Qur’an adalah Al Huda (petunjuk), serta juga merupakan Al Bayan (pembimbing) menuju sukses hidup meraih impian. Dan bila telah meraih kesuksesan maka kewajiban kita adalah bersyukur kala meraih sukses

Meraih Impian Hidup

Sehingga bila kita menginginkan keberhasilan dalam hidup dan juga meraih cita-cita, taqwa dan sikap serta kebiasaan hidup yang baik perlu dikembangkan. Ingat kalau Allah yang membantu kita, maka kesuksesan pasti ditangan. Allah Berfirman yang artinya : "Jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu" (QS. Al Baqarah : 45).

Yakinlah bahwa sabar dan kesabaran dalam meniti dan memperjuangkan kesuksesan akan membantu kita meraih keberhasilan yang kita cita-citakan. Sholat akan memberi energi, baik dalam hidup dan perjuangan kita. Sholat akan menjadikan kita hidup, dan pantas disebut menjadi orang yang hidup.

Impian adalah kehidupan, ia menggerakkan manusia untuk tetap tegak berdiri meski badai datang menerjang. Impian adalah harapan yang menggerakkan manusia menuju masa depan yang dicita-citakan. Sulit membayangkan manusia hidup tanpa impian, tanpa harapan, dan cita-cita. Ia akan berhenti dan mati.

Impian, harapan, dan cita-cita masa depan yang baik, tentang kehidupan mendatang yang bahagia sejahtera merupakan unsur penting dalam setiap gerak hidup kita. Tak ada satupun manusia yang ingin gagal dalam hidup, sayangnya jalan yang mereka tempuh tidak seperti yang dia harapkan.

Demikian pula impian sahabat blogger yang satu ini untuk bisa meraih impiannya mendapatkan iPhone dalam sebuah kontes iPhone 5 gadget impian. Semoga harapan kawan blogger bisa tercapai dalam mendapatkan iPhone 5 Gadget Impian


Labels:

Sunday, December 23, 2012

Mencintai Kaum Dhuafa

Kehidupan masyarakat kita belakangan ini memang seringkali melupakan kita akan kehidupan saudara-saudara kita yang hidup dalam serba keterbatasan. Katanya kehidupan bangsa ini semakin maju dan sejahtera dalam bidang ekonomi. Dimana-mana ada pembangunan berbagai macam perumahan modern dan mal-mal berdiri dengan megahnya. Tetapi kita juga tidak bisa pungkiri pula disamping lingkungan masyarakat kita sendiri masih banyak yang serba kekurangan.

Mencintai Menyayangi Kaum Dhuafa

Kaum dhuafa adalah kelompok manusia yang dianggap lemah atau mereka yang tertindas. Adalah mereka yang tak bisa hijrah karena terhalang baik sosial maupun ekonomi fakir dan miskin tertekan keadaan bukan karena malas, mereka yang kurang tenaga (bukan karena malas), mereka yang kurang kemampuan akalnya ( bukan karena malas ) dan atau mereka yang terbelakang pendidikannya. Itu adalah sebagian dari pengertian kaum dhuafa'.

Kita mengetahui bahwasannya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah pecinta kaum dhuafa. Ada hadist Rasulullah yang mengingatkan akan pentingnya membantu sesamanya dalam berbagai hal yang berkaitan dengan kebaikan yang artinya :"Rasulullah SAW bersabda : "Seorang Muslim adalah saudara Muslim yang lain. Siapa saja yang berusaha memenuhi kebutuhan saudaranya, Allah akan memenuhi kebutuhannya. Siapa saja yang menghilangkan kesusahan dari seorang Muslim, Allah akan menghilangkan salah satu kesusahannya pada Hari Kiamat." (HR. Muttafaq 'alaih).

Perjalanan hidup ini berliku-liku.Pasang surut.Terkadang terasa enak namun juga kadang terasa tidak enak.Akan tetapi semua rasa itu tergantung bagaimana kita menyikapinya. Seperti tatkala menyaksikan anak-anak gelandangan yang seringkali kita lihat bertebaran di pinggir jalan, kalau pola pikir kita bermuatan ‘negatif’, maka kita akan melihat ‘sampah-sampah’ berkeliaran yang hanya membuat sesak di muka bumi ini.

Namun, jika muatan pola pikir kita positif, maka kita akan berfikir, kasihan akan nasib mereka yang tidak seberuntung kita. Kemudian kita akan mencari-cari cara bagaimana untuk memenuhi kebutuhan hidup dan sekolah mereka agar menjadi layaknya seorang manusia.

Dan diantaranya tandanya menyayangi kaum dhuafa adalah kita akan menyisihkan sedikit rejeki yang kita dapatkan buat mereka. sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah memberikan ‘modal’ berupa kesehatan sehingga kita bisa bekerja, lalu Allah pulalah yang telah mengaruniakan hasil yang baik dari pekerjaan kita ini.

Penduduk Indonesia ini bejumlah kurang lebih 220 juta. Katakan saja umat Islam di Indonesia negeri kita tercinta ini berjumlah 150 juta jiwa. Kalau seandainya semua umat Islam di Indonesia mau menyisihkan 200 rupiah saja buat fakir miskin maka Indonesia telah mampu mengimpulkan uang 1,5 milyar dalam sehari. Bagaimana jika seminggu ? Setahun ? Tentunya akan banyak sekali jumlahnya. Dan kita memerlukan akan kepedulian terhadap dhuafa yang akan bisa mendorong dan membantu peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Kita harus bisa meneladani contoh Rasulullah dalam memberikan kasih sayangnya dan cintanya beliau kepada kaum dhuafa ini. Karena sebagai umat Rasulullah Muhammad Shallallahu a'alaihi wa sallam kita diharuskan menjalankan sunnah-sunnah beliau dalam mengaplikasikan kedalam kehidupan kita sehari-hari.

Labels:

Thursday, December 6, 2012

Cara Mendidik Bayi Dalam Kandungan

Pendidikan agama memang sudah seharusnya kita berikan semenjak anak masih dalam kandungan. Banyak pula cara menurut Islam dalam hal memberikan pendidikan semenjak dalam kandungan sampai anak nantinya mencapai usia dewasa. Dasar pemahaman agama yang baik akan banyak berpengaruh dalam hal pembentukan karakter dan akhlak seorang anak nantinya.

Mendidik anak secara Islami semenjak dalam kandungan seorang ibu penting untuk diketahui oleh setiap orang tua. Orang tua tentunya tidak menginginkan anak-anaknya menjadi anak yang durhaka (semoga kita terhindar dari hal sedemikian aamiin) karena setiap orang tua menginginkan anak-anaknya menjadi anak kebanggaan dan senantiasa menjadi salah seorang yang senantiasa menjaga agama Islam ini untuk tetap "bercahaya" sampai akhir jaman nantinya.

Selain itu, sebagai seorang muslim, orang tua juga memiliki kewajiban untuk mendidik tentang ajaran Islam terhadap anaknya. Anak adalah amanat yang harus dijaga dan ditanamkan kepadanya nilai-nilai tauhid dan akhlak yang baik, dengan tujuan agar menjadi hamba Allah yang taat dan patuh terhadap-Nya. Jika ajaran-ajaran Islam ini tidak diperoleh anak di masa hidupnya di dunia, maka kelak di kehidupan akherat, anaklah yang akan menjadi penuntut pertama dan menjadi alasan serta penyebab terhalangnya orang tua masuk surga.

Cara Mendidik Anak Islami Dalam Kandungan

Islam memperkuat pandangan perlunya pendidikan sebelum kelahirannya. Tidak hanya itu, pendidikan pralahir menurut Islam harus dimulai dari sejak sebelum terciptanya janin. Ha ini dibuktikan dalam Al-Qur'an dalam beberapa surat dan diantaranya yang yakni :
  1. Penciptaan janin harus berasal dari pasangan yang sah. Bukan hubungan perzinahan (QS Al Isra’ 17:32).
  2. Dalam melakukan hubungan biologis, hendaknya dimulai dengan doa, setidaknya dengan baca basmallah.
  3. Setelah terjadinya proses nuthfah (sperma), berlanjut menjadi ‘alaqah dan kemudian mudghah (segumpal daging) (QS Al Mu’minun 23:12-14), maka dimulailah kehidupan seorang anak dalam rahim. 
Dari tahap ini, ada beberapa hal yang harus dilakukan sang ibu, sebagai guru pertama seorang anak, untuk mendidik anak dalam kandungan.

Lahirnya anak cerdas dan sholeh-sholehah tidak bisa juga ditentukan secara medis maupun kecukupun gizi saja. Keduanya hanyalah faktor pendukung dan yang tak kalah penting adalah dengan disertai pendidikan agama sejak dalam kandungan. Untuk bisa mendapatkan anak yang baik sehat secara fisik dan mental maka dibutuhkan amalan serta metoda pendidikan yang tepat saat dalam kandungan maupun setelah melahirkan.

Cara yang ditempuh dalam metoda pendidikan anak dalam kandungan ini diantaranya yaitu dengan melakukan banyak berdoa, memperdengarkan ayat suci Al-Qur'an dengan cara memperbanyak membacanya dan juga mengajak dialog janin dalam kandungan serta menjaga perilaku ibu selama mengandung dan kehamilan.

Menurut perspektif Islam, pendidikan kanak-kanak ialah proses mendidik, mengasuh dan melatih rohani dan jasmani mereka berteraskan nilai-nilai baik yang bersumberkan Al-Quran, Hadis dan pendapat serta pengalaman para ulama. Ia bertujuan melahirkan ” Insan Rabbani” yang beriman, bertakwa dan beramal soleh.

Cara mendidik anak dalam kandungan secara Islami dapat dilakukan dengan berbagai cara. Berikut adalah metoda pendidikan anak semenjak dalam kandungan dan diantaranya yaitu dengan :
  1. Membacakan Al-Qur'an. Metoda mendidik anak semenjak dalam kandungan selanjutnya adalah dengan memperdengarkan tilawati Al-Qur'an. Diharapkan dengan anak bayi yang masih dalam kandungan dibiasakan oleh orang tuanya untuk mendengarkan tilawah Qur'an karena banyak manfaat dari mendenagrkan Al-Qur'an ini. Kita ketahui fungsi pertama yang paling banyak digunakan janin dalam kandungan adalah fungsi pendengarannya maka kita optimalkan fungsi pendengaran janin untuk terbiasa mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Selain itu dengan kita membiasakan bayi dalam kandungan memperdengarkan Al-Qur'an maka ketika sang anak memasuki masa kanak-kanak ia akan lebih mudah dalam menghafal al-Qur'an.
  2. Membacakan Doa. Ada berbagai cara metoda doa serta doa-doa agar mendapatkan anak sholeh yang diajarkan oleh Nabi dan juga orang-orang Sholeh dahulu yang bisa kita pelajari dan dipraktekkan. Ada Doa Nabi Zakariya yaitu yang tercantum dalam Al-Qur'an surat Ali Imran : 38 yang artinya :"Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar Doa..(QS. Ali Imran (3);38 ). Kata anak yang baik mengandung makna jadikanlah anak kami yang shaleh, berakhlaq mulia, dan beradab agar sempurna nikmat dunia dan akheratnya. Ada juga doa Nabi Ibrahim yang tercantum dalam Al-Qur'an surat As Shaafaat :100 dan An Nahl : 78.
  3. Mengajak Berbicara. Indera pendengaran mulai berkembang pada minggu ke 8 dan selesai pembentukan pada minggu ke 24. Indera pendengaran ini juga dibantu oleh air ketuban yang merupakan penghantar suara yang baik. Janin akan mulai mendengar suara aliran darah melalui plasenta, suara denyut jantung dan suara udara dalam usus. Selain itu janin akan bereaksi terhadap suara-suara keras, bahkan bisa membuat janin terkejut melompat. Untuk itu mengajak janin berbicara dengan mengelus-elus peut terutama saat organ pendengaran mulai berfungsi baik. Ketika sang ibu mau berwudhu maka ajaklah pula sang janin berbicara dengan cara "Adik, ibu mau berwudhu karena wudhu adalah satu cara sebelum menjalankan sholat dan sholat adalah kewajiban tiap muslim untuk beribadah kepada Allah, Sang Pencipta Alam Semesta yang menciptakan segala kehidupan dunia ini termasuk ayah ibu dan juga adik" Dan biasanya respon janin dengan tendangan ke arah perut sang ibu.
  4. Menjaga Perilaku. Menjaga perilaku sangat penting dan dibutuhkan ketika masa kehamilan. Karena akhlak orang tua sangat berpengaruh terhadap akhlak anak-anaknya kelak, terutama ibu hamil. Mulai dari sikap, ucapan hingga perilaku. Menghindari hal-hal yang kurang baik tidak hanya ditekankan dalam masa kehamilan saja, namun juga sampai anak dewasa. Sebab orang tua memegang peranan yang penting dalam menanamkan perilaku dan adab serta akhlak yang baik kepada anak-anaknya. Jika orang tua berperilaku baik maka diharapkan sang anak juga meniru serta mencontoh perilaku baik dari orang tuanya.
Agama Islam mewajibkan pula para pemeluknya untuk mengenal kewajiban mendidik anak dan sekaligus mempraktekkannya. Berkenaan dengan kewajiban mendidik anak dan memelihara anak ini dalam Al-Qur'an banyak ayat yang menyerukan akan keharusan orang tua untuk orang tua terutama ibu agar selalu menjaga dan mendidik anak-anaknya, termasuk anak yang masih dalam kandungan.

Seperti halnya yang tercantum dalam Al-Qur'an yang artinya :"“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan". (QS.at-Tahrim: 6)

Semoga kita bisa menjalankan berbagai macam cara mendidik anak semenjak dalam kandungan sampai nantinya sang anak dewasa sehingga anak-anak kita menjadi anak-anak yang baik dan sholeh-sholehah aamiin.

Labels: ,